Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita

Sr. Anita Sampe, SJMJ, Rindani Claurita Toban, Monica Anung Madi

  • Sr. Anita Sampe SJMJ Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
  • Rindani Claurita Toban Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
  • Monica Anung Madi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by nutrient intake that is not in accordance with nutritional needs. One of the causes of stunting in children is exclusive breastfeeding is not given during six months because breast milk is needed during in baby’s growth period so that the nutritional needs are fulfilled. The purpose of this study was to determine the correlation of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children. The design of this study was a case-control study approach on 144 respondents consisting of 72 case respondents and 72 control respondents, respondents were parents of children who were diagnosed with stunting and non-stunting. A sampling of this study using a cluster random sampling approach. Instruments is questionnaires and mechanical measuring. The results of this study used chi-square test and odds ratio test. Chi-square test results obtained p = 0.000 (0.000 < 0.05), this shows there is a correlation of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in children. While in the odds ratio test the value of R = 61 which means that children who are not exclusively breastfed are 61 times more likely to experience stunting than children who are exclusively breastfed. Exclusive breastfeeding for babies so as to reduce the risk of stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Sr. Anita Sampe SJMJ, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris

Keperawatan

Rindani Claurita Toban, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris

Keperawatan

Monica Anung Madi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris

Keperawatan

References

Dahlan, M. S. (2014). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan (Edisi 6). Jakarta: Epidemiologi Indonesia.

Diaz, Y., Lusmilasari, L., & Madyaningrum, E. (2017). Fenomena Perilaku Makan Toddler dan Hubungannya dengan Perilaku Pemberian Makan Orang Tua. Journals of Ners Community, 8, 159–171.

F.B.Monika. (2014). Buku Pintar Asi dan Menyusui. Jakarta Selatan: Penerbit Noura Books.

Fitri, L. (2018). Hubungan BBLR dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jurnal Endurance, 3(1), 131–137. Retrieved from http://doi.org/10.22216/jen.v3i1.1767

Fitriahadi, E. (2018). Hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24 -59 bulan The relationship between mother ’ s height with stunting incidence in children aged 24-59 months, 14(1), 15–24.

Indrawati, S., & Warsiti. (2016). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 2-3 tahun di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul.

Karyani, I., Husin, S., & Febry, F. (2012). Gambaran Kebiasaan Makan pada Anak Pra-Sekolah di TK Bhakti Asuhan dan TKIT Izzuddin Palembang Tahun 2009. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 3, 182–193.

Kemendesa. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kemendesa RI.

Kemenkes. (2010). Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Kemenkes RI.

Kemenkes. (2014). Infodatin (Situasi dan Analisis ASI Eksklusif). Jakarta: Kemenkes RI Pusat Data dan Informasi.

Kemenkes. (2016). Situasi Balita Pendek. Jakarta Selatan: Kemenkes RI Pusat Data dan Informasi.

Kemenkes. (2018a). Cegah Stunting itu Penting. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes. (2018b). Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta.

Kemenkes. (2018c). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta Selatan: Kemenkes RI Pusat Data dan Informasi.

Khamzah, S. N. (2012). Segudang Keajaiban ASI yang Harus Anda Ketahui. (D. Toanto, Ed.). Jogjakarta: FlashBooks.

Khasanah, N. (2011). ASI atau Susu Formula Ya? (N. Sawitri, Ed.). Jogjakarta: FlashBooks.

Kusumayanti, N., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan dukungan suami dengan pemberian asi eksklusif di daerah perdesaan. Media Gizi Indonesia, 12(2), 98–106.

Locitasari, Y. (2015). Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dengan yang Diberi Susu Formula di Kecamatan Ngawi. Skripsi.

Lusiana, N., Andriyani, R., & Megasari, M. (2015). Buku Ajar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Deepublish.

Manggala, A. K., Kenwa, K. W. M., Kenwa, M. M. L., Sakti, A. A. G. D. P. J., & Sawitri, A. A. S. (2018). Risk Factors of Stunting in Children Aged 24-59 Months. Paediatrica Indonesiana, 58(5), 205–212. Retrieved from

http://dx.doi.org/10.14238/pi58.5.2018.205-12 Original

Millenium Challengga Account Indonesia. (2013). Stunting dan Masa Depan Indonesia, 2010, 2–5.

Mufdlilah. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif. Yogyakarta.

Mulyani, N. S. (2013). ASI dan Panduan Ibu Menyusui. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ni’mah, K., & Nadhiroh, S. R. (2015). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia, 10(1), 13–19.

Nirwana, A. B. (2014). ASI dan Susu Formula: Kandungan dan Manfaat ASI dan Susu Formula. Yogyakarta: Nuha Medika.

Pacheco, C. do R., Picauly, I., & Sinaga, M. (2017). Health, Food Consumption, Social Economy, and Stunting Incidency in Timor Leste. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 261–269. Retrieved from

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas%0AHEALTH,

Paschalia, Yustina, P. . (n.d.). Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Rewarangga, 141–152.

Putra, O. (2016). Pengaruh BBLR terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh pada tahun 2015. Universitas Andalas.

Ratu, N. C., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. H. (n.d.). Hubungan Tinggi Badan Orangtua dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan kabupaten Minahasa Tenggara. Kesmas, 7(4).

Rohmatun, N. (2014). Hubungan tingkat pendidikan ibu dan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten.

Septiani, H., Artha, B., & Karbita. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif Oleh Ibu Menyusui yang Bekerja Sebagai Tenaga Kesehatan, 2(2), 159–174. Retrieved from

http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/jika/

Soesanto, E., & Winaryati, E. (2009). Ante Natal Care (ANC) dalam reprektif ibu hamil : gambaran kerentanan kesehatan reproduksi pada masyarakat nelayan di Kabupaten Rembang. Jurnal Keperawatan, 2(2), 21–27.

Soetjiningsih, & Ranuh, G. (2013). Tumbuh Kembang Anak (2nd ed.). Jakarta: EGC.

TNP2K. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Yusrina, A., & Devy, S. R. (2016). Faktor yang mempengaruhi niat ibu memberikan ASI eksklusif di Kelurahan Magersari, Sidoarjo. Jurnal Promkes, 4, No.1, 11–21

Published
2020-06-30
How to Cite
SJMJ, S. A., Toban, R., & Madi, M. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 448-455. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.314
Section
Articles