Tes Toleransi Glukosa Oral Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III diPuskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung

Mutia Hoirunnisah, Fonda Octarianingsih, Festy Ladyani, Bambang Kurniawan

  • Mutia Hoirunnisah Universitas Malahayati
  • Fonda Octarianingsih Universitas Malahayati
  • Festy Ladyani Universitas Malahayati
  • Bambang Kurniawan Universitas Malahayati
Keywords: Tes Toleransi Glukosa ORal, Ibu Hamil Trimmester II dan III, Gestasional

Abstract

This study aims to determine the description of an oral glucose tolerance test (TTGO) in second and third trimester pregnant women in Puskesmas Inpatient Kemiling Bandar Lampung in 2019-2020. This type of research is descriptive qualitative. The sample in this study used a total sampling technique and obtained a total sample of 30 respondents. TTGO results are known for all pregnant women trimester II and trimester III with the results of the highest glucose levels in the second trimester is 101-110 mg/dl 7 respondents (46.7%), in the third trimester that is 70-90 mg/dl 5 respondents (33, 3%), having age <35 years as many as 12 respondents (80%) and 12 respondents (80%). BMI normal trimester II 7 respondents (46.7%), whereas in the third trimester were overweight 9 respondents (60%). The most parity history of pregnant women was primipara in the second trimester 6 respondents (40.0%) and third trimester 7 respondents (46.7%), did not have a history of abortion trimester II 12 respondents (80%) and 13 respondents (86.7%) trimester III. There is no history of second-trimester macrosomia infants 15 respondents (100%) and third trimester 14 respondents (93.3%). No family history of diabetes was found, a history of gestational diabetes and blood pressure <140/90 in the second and third trimester pregnant women were 15 respondents (100%). TTGO can conclude data about a person's risk of having diabetes or already having diabetes mellitus

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Mutia Hoirunnisah, Universitas Malahayati

Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran

Fonda Octarianingsih, Universitas Malahayati

Departemen Obstetri & Ginekologi, Fakultas Kedokteran

Festy Ladyani, Universitas Malahayati

Departemen Gizi Medik, Fakultas Kedoketran

Bambang Kurniawan, Universitas Malahayati

Departemen Obstetri & Ginekologi, Fakultas Kedokteran

References

Abadi, A. (2010). Panduan penatalaksanaan kehamilan dengan diabetes mellitus

Barnes, D. E. (2011). Program Olahraga Diabetes. Yogyakarta: Citra Aji Parama.

Ernawati, N. (2017). Faktor Pendukung Timbulnya Gestasional DM pada Ibu Hamil di BPS. Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti, 5(2), 108-115.

Fitriani, R. (2017). Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Gestasional Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2016. Molucca Medica, 110-126.

Hidayati, R., Setyorini, D., & Nuari, N. A. (2018). Perbedaan Penyulit pada Masa Perinatal Ibu dengan Riwayat Diabetes Mellitus Gestasional dan Obesitas di RSUD Kabupaten Kediri. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 9(2), 148-160.

Husin, F. (2013). Asuhan Kehamilan Berbasis Bukti. SagungSeto, Jakarta.

IP, Suioroka. (2012). Penyakit Degeneratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Kemenkes, R. I. (2014). Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Nora, W. S. and Mursyidah, E. (2015) ‘Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Ibu dan Anak tahun 2014’, 67.

Notoatmodjo,S. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Pakasi, K. L. (2019). Hubungan Persepsi Ibu Hamil Dengan Perilaku Diabetes Mellitus Gestasional Di Puskesmas Pamulang Tangerang Selatan Tahun 2019 (Bachelor's thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-FIKES).

Paramitha, G. M. (2014). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit umum daerah karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Permatasari, I. I. M., & Susanti, E. W. (2017). Hubungan Hipertensi dan Overweight dengan Kejadian Diabetes Mellitus Gestasional pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda.

PERKENI, K. P. (2011). Pencegahan Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia, Jakarta: PB.

Perkins, J. M., Dunn, J. P., & Jagasia, S. M. (2007). Perspectives in gestational diabetes mellitus: a review of screening, diagnosis, and treatment. Clinical Diabetes, 25(2), 57-62.

Probowati, R., & Sulastri, S. K. (2019). Gambaran Kehamilan Resiko Di Puskesmas Grogol Sukoharjo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Purnamasari, D. (2015). Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. In Setiati dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi VI. Jakarta: FKUI, hal: 2325

Putri, M. D. M. T., Wahjudi, P., & Prasetyowati, I. (2018). Gambaran Kondisi Ibu Hamil dengan Diabetes Mellitus di RSD dr. Soebandi Jember Tahun 2013-2017 (Description of Pregnant Women Condition with Diabetes Mellitus in RSD dr. Soebandi Jember on 2013-2017). Pustaka Kesehatan, 6(1), 46-52.

Rahayu, A., & Rodiani, R. (2016). Efek Diabetes Melitus Gestasional terhadap Kelahiran Bayi Makrosomia. Jurnal Majority, 5(4), 17-22.

Rahmwati, A. (2019). Deskripsi Faktor Resiko Diabetus Mellitus Gestasional Di Poli Kandungan RSD Kalisat Jember. Jurnal Kesehatan dr. Soebandi, 7(2), 98-105

Rahmawati, F., Natosba, J., & Jaji, J. (2016). Skrining Diabetes Mellitus Gestasional dan Faktor Risiko yang mempengaruhinya. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 3(2), 33-43.

Riskesdas, H. (2018). pdf. Riset Kesehatan Dasar 2018.

Rochmawati, P. N., Sulastri, S. K., Zulaicha, E., & Kp, S. (2013). Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Abortus di Rumah Sakit Umum Pusat DR. Soeradji Tirtonegoro Klaten (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Saldah, I.P., Wahiddun,. Sidik, D. (2012). Faktor Resiko Kejadian Prediabetes I Diabetes Mellitus Gastasional di RSIA Siti Khadijah 1 Kota Makassar

Sari, K. (2014). Pengaruh Diabetes pada Kehamilan.

Soewondo, P., & Pramono, L. A. (2011). Prevalence, characteristics, and predictors of pre-diabetes in Indonesia. Medical Journal of Indonesia, 20(4), 283-94.

Trisnawati, S. K., & Setyorogo, S. (2013). Faktor risiko Kejadian diabetes melitus tipe II di puskesmas kecamatan cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

Wagiyo, Putrono. (2016). Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal dan Bayi Baru Lahir Fisiologis dan Patologis. Jakarta: Andi

Wedanthi, I. G. A., Putri, I. G. S. D., & Krisna, L. A. W. (2017). Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III Di Pusat Kesehatan Masyarakat I Denpasar Selatan, Vol 5, No 2

WHO. (2012). Infant & Maternal Mortality.

Published
2020-06-30
How to Cite
Hoirunnisah, M., Octarianingsih, F., Ladyani, F., & Kurniawan, B. (2020). Tes Toleransi Glukosa Oral Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III diPuskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 135-144. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.227
Section
Articles