Rokok dan Kejadian Konversi Sputum Pasien Tuberkulosis

Vidi Ibrahim Pratomo Affandi

  • Vidi Ibrahim Pratomo Affandi Universitas Lampung
Keywords: Rokok, Konversi sputum, Tuberkulosis

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium Tubrculosa which attacks a person's lungs.  Tuberculosis in Indonesia is one of the leading causes of death.  One indicator needed to determine the success and evaluation of patients is positive sputum culture containing negative Mycobacterium Tuberculosa bacteria, commonly called sputum conversion.  However, several factors and things can cause these indicators of success to fail because patients are still exposed to substances, other diseases that might worsen the condition or failure of treatment.  One of them is smoking.  The number of cigarette consumption in Indonesia is quite high, so it is a concern for many researchers to review how the influence of smoking on the sputum conversion of TB patients.  Cigarettes have active ingredients that can damage the lung's defenses so that TB germs can easily infect a patient's lungs.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Vidi Ibrahim Pratomo Affandi, Universitas Lampung

Pendidikan Dokter Fakultas kedokteran

References

Abal, AT. (2005). Effect of cigarette smoking on sputum smear conversion in adults with active pulmonary tuberculosis. Kuwait: Kuwait University

Achmadi, Umar F. 2012. Dasar-dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Amin, Z., Bahar, A. (2009). Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi V. Jakarta: FK UI. P.2230-2233

Anindita, Wardhani, Dyah., Minerva. (2017). Pengaruh Merokok terhadap Kejadian Konversi Sputum pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang. Jurnal kesehatan dan Agromedicine: FK Unila, 6(1), p12-19.

http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/download/2244/pdf

Bates, MN (2007). Risk of Tuberculosis From Exposure to Tobacco Smoke. Archives of Internal Medicine, 167(4), p. 335.

Brahmadhi, A., Annisa, Y. (2015). Perbandingan Penderita Tuberkulosis Perokok Dan Bukan Perokok Berdasarkan Basil Tahan Asam (BTA) Di RSUD Banyumas. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Kesehatan, 14(3), p45-55.

http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/download/1620/2116

Ernawati, K., Susila, A., Wulansari, R., Zamzami, L. (2017). Smoking Relationship With Pulmonary

Tuberculosis Incidence in North Sulawesi Province Based on 2010 Riskesdas Data. 25(1), p033-040.https://media.neliti.com/media/publications/106906-ID-hubungan merokok-dengan-kejadian-tuberku.pdf

Fitriani, E. (2013). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Unnes Journal Of Public Health Semarang, 2(1), p1-7.

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph

Haris, DRS., Thaha, IL., Abdullah, AZ. (2013). Asosiasi Perilaku Merokok Terhadap Kejadian Konversi pada Pasien TB Paru di Rumah Sakit dan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Kota Makassar. Makassar: Universitas Hasanudin.

Hapsari, R., Faridah, F., Balwa, f., Saraswati, d. (2013). Analisis Kaitan Riwayat Merokok Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru (TB Paru) di Puskesmas Srondol. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(2), p47-50

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jim/article/view/10873

Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. (2012). Standar Prosedur Operasional Pemeriksaan Mikroskopis TB. Jakarta : Bakti Husada.

Kemenkes RI. (2011). Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010-2014.Jakarta; Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2017). Modul Pelatihan Pencegahan Pengedalian Penyakit TB. Jakarta : Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI.

Laela, S. (2018). Faktor Fkator Yang Mempengaruhi Konversi Kultur Sputum Pada Pasien Multi Drug Resistant Tuberkulosis (MDR-TB) Di Rumah Sakit Paru DR. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua Bogor Tahun 2015-2016. Jurnal Universitas Esa Unggul.https://pdfs.semanticscholar.org/c5c8/59a9bd1809de76d72f5ef0c0e4660b589d50.pdf

Marizan, Mahendradhata, Y., Wibowo, AT. (2016). Faktor yang berhubungan dengan non- konversi BTA positif pada pengobatan tuberkulosis paru di kota Semarang. BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 32(3),

https://doi.org/10.22146/bkm.7674

Metanat, M., Sharifi-Mood, B., Parsi, M., Sanei-Moghaddam, S. (2010). Effect of cigarette smoking on sputum smear conversion time among adult new pulmonary tuberculosis patients: A study from Iran Southeast. Iranian Journal of Clinical Infectious Diseases 2010;5(1)p14-17. https://www.researchgate.net/publication/266449737

Mulyadi, Mudatsir, Nurlina. (2011).Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh. Jurnal Respirologi Indonesia, 31 (3),p133-137.

Nainggolan, H. (2013). Faktor yang berhubungan dengan gagal konversi pasien TB paru kategori I pada akhir pengobatan fase intensif di kota Medan. (Tesis)

Rahmayuli, P., Lubis, M. (2017). Hubungan Merokok dengan Hasil Pemeriksaan Bakteriologis Sputum pada Pasien Tuberkulosis Paru Kategori I di Puskesmas Teladan Kota Medan Tahun 2017. Buletin Farmatera FK UMSU, 3(2), p88-96.

https://doi.org/10.30596/bf.v3i2.1945

Riza, L., Sukendra, M. (2017). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Gagal Konversi Pasien Tuberkulosis Paru di Balai KesehataPan Paru Masyarakat (BKPM) Wilayah Semarang. Public Health Perspective Journal, 2(1), p89–96..

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/phpj

Tirtana, B. (2011). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dengan Resistensi Obat Tuberkulosis di Wilayah Jawa Tengah. Artikel Ilmiah.Universitas Diponegoro; Semarang. http://eprints.undip.ac.id/32879/

Tirtosastro, S., Murdiyati, A.(2010). Kandungan Kimia Tembakau dan Rokok. Malang: Buletin Tanaman, Tembakau, Serat dan Minyak Industri, 2(1), p33-43.

https://media.neliti.com/media/publications/53962-ID-kandungan-kimia-tembakau dan-rokok.pdf

Waani, E., Kaunang, P., Wariki, W., (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Ranotana Weru. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Wahyuni, M., Amir, Z., Rahardjo, W., Yunita, R., Abidin, A. (2016). Pengaruh Merokok Terhadap Konversi Sputumpada Penderita Tuberkulosis Paru Kategori I. Jurnal Respirologi, 36(2).http://arsip.jurnalrespirologi.org/wp-content/uploads/2016/09/JRI-2016-36- 2-106-12.pdf

World Health Organization. Global Tuberculosis Report. (2019)

World Health Organization. (2012) .Global Tuberculosis Report. p. 1689–1699.

Zainul, M. (2010). Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Konversi Sputum Penderita TB Paru di Klinik Jemadi Medan [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatra Utara.

Published
2019-12-30
How to Cite
Pratomo Affandi, V. (2019). Rokok dan Kejadian Konversi Sputum Pasien Tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 226-232. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.156

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.